Arsip Bulanan: Maret 2014

Semua Mata Tertuju Pada SB Yudhoyono

Pemilu 2014 kali ini ada sosok yang menjadi sorotan semua Partai dan juga Masyarakat serta LSM-LSM Indonesia. Sorotan itu tertuju pada DR.H.Susilo Bambang Yudhoyono. Ya, Beliau merupakan Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat. Beliau menjadi sorotan karena dalam Kampanye, fasilitas Negara selalu Beliau gunakan. Fasilitas yang di soroti ada Pesawat terbang. Ya, Pak SBY dalam kunjungan ke Daerah-Daerah untuk Kampanye selalu menggunakan Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia. Sebagai contoh dekatnya hari peresmian Bandara Internasional Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara dengan Kampanye Akbar Partai Demokrat.

Jadi menurut beberapa sumber seperti misal pernyataan dari Ketum PPI Sumatera Utara Muazzul yang mengatakan bahwa  dekatnya jarak waktu itu sengaja dibuat dengan kepentingan politik SBY sebagai Juru Kampanye Nasional Partai Demokrat. Kepentingan Partai Demokrat. Ini sengaja di setting agar SBY bisa berkampanye dengan memanfaatkan jabatannya sebagai Presiden. Selain itu ini pasti akan di klaim saat SBY berorasi nanti.

Kemudian menurut Wakil Ketua KPK Zulkarnain, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono semestinya tidak memakai fasilitas Negara saat berkampanye untuk Partai Demokrat. Sebab, sebagai petinggi negara, SBY harus memiliki integritas yang tinggi pula. Lalu menurut Ari Junaedi, Ia mengaku prihatin dengan masih rendahnya sensivitas SBY dalam menanggapi keberatan publik soal penggunaan fasilitas Negara untuk kepentingan kampanye partainya. Akibatnya, para Menterinya juga ‘bebas’ berdalih kalau kepergiannya ke Daerah akan sah-sah saja untuk kampanye sekaligus kegiatan kedinasan.

Dan Politisi Golkar Bambang Soesatyo berharap Bawaslu berani mengidentifikasi pelanggaran yang dilakukan SBY, serta menjatuhkan sanksi kepada Partai Demokrat. Namun SBY membantah pernyataan Orang-Orang di atas yang telah Saya sebutkan tadi.

“Semuanya terang benderang. Ini berlaku sejak 2004 ketika Presidennya Ibu Megawati, berlaku juga 2009 saat Saya dan Pak Jusuf Kalla. Yang jelas, apa yang diatur dalam undang-undang dan peraturan itulah yang Saya taati,” kata Presiden SBY di Hotel JW Marriott, Medan, Sumatera Utara, Jumat (28/3) siang (di kutip dari www.presidenri.go.id). Presiden juga telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit saat selesai kampanye nanti.

Kemudian Mensesneg Sudi Silalahi mengatakan bahwa biaya pesawat dan akomodasi telah sesuai dengan aturan yang berlaku. “Mengenai biaya pesawat dan akomodasi telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Kalau itu harus menggunakan dana kampanye partai, sepenuhnya dana itu yang digunakan. Tidak ada satu rupiah pun anggaran negara yang digunakan untuk kampanye,” ujar Sudi Silalahi (di kutip dari www.presidenri.go.id).

Melihat fenomena heboh di atas, Saya jadi merujuk saat Obama kembali maju sebagai Presiden periode 2013–2017. Presiden Obama merupakan Presiden kulit hitam pertama yang memerintah tahun 2009. Dan Beliau kembali duduk di AS 1 untuk masa jabatan periode keduanya dan terakhirnya. Sama seperti di Indonesia, jabatan Presiden di AS hanya di batasi 2 kali saja.

Pada Kampanye Obama tahun 2012, status Beliau sebagai Presiden Amerika Serikat. Dan Saya coba menelaah bagaimana cara Dia berkampanye dengan statusnya sebagai Presiden Adikuasa. Ternyata, Obama menggunakan seluruh fasilitas Negara. Mungkin kalau KPK ada di Amerika sudah di obrak-abrik tuh Partai Demokratnya Obama. Gak percaya ? Di bawah ini bukti-bukti saat Obama Kampanye di beberapa Negara bagian di AS.

Gambar
Marine One yang Membawa Obama dari White House Menuju Florida Untuk Berkampanye 2012
Gambar
Barack Obama, Capres Partai Demokrat Tiba di Florida dengan Air Force One dan Cadillac One Untuk Berkampanye
Gambar
Orasi Obama di Kampanye Partai Demokrat di Florida
Gambar
Presiden Obama di Cadillac One Usai Kampanye Demokrat di Salah Satu Aula di Florida. Masih di Florida, Presiden Obama Kemudian Melanjutkan Tugas Kenegaraannya
Gambar
Presiden Barack Obama Berpidato di Florida di Mana Sebelumnya Ia Juga Berpidato di Negara Bagian yang Sama Namun Dalam Status Berbeda

Bukti Itu menyatakan dengan sendirinya, Kampanye Obama menggunakan aset Negara. Obama dari Partai Demokrat berkampanye dengan menggunakan aset Negara seperti Marine One, Air Force One, Cadillac One. Kalau Secret Service jamaklah itu. Kalau di teliti, sama gak sih kayak SBY sekarang ? Obama juga pas Kampanye di Florida di selipin kerjaan juga loh. Saya gak tau deh, kalau di sana ada cuti Kampanye apa gak. Coba mari di lihat Kampanye Presiden SBY yang juga sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

SBY Sebagai Juru Kampanye Nasional Partai Demokrat. SBY Juga Berstatus Presiden Republik Indonesia (Sumber Foto : Website Resmi Partai Demokrat)
Gambar
SBY Bersama Isteri dan Anak Keduanya Dalam Kampanye Partai Demokrat. SBY Juga Berstatus Presiden Republik Indonesia (Sumber Foto : Twitter Ibas Yudhoyono)
Gambar
SBY Sebagai Juru Kampanye Nasional Partai Demokrat. SBY Juga Berstatus Presiden Republik Indonesia (Sumber Foto : Website Resmi Partai Demokrat)
Gambar
Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden ke 10 HM.Jusuf Kalla dan Ibu Negara Saat di Bandara Internasional Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara. Di Medan Juga SBY yang Merupakan Juru Kampanye Nasional Partai Demokrat Akan Berorasi di Hadapan Ribuan Pendukung Partai Demokrat (Sumber Foto : Website Resmi Presiden Republik Indonesia)
Gambar
Presiden Yudhoyono Tetap Bekerja Sebagai Kepala Negara Meski Cuti Sudah di Ajukan. Di Sela-Sela Kampanye Partai Demokrat (SBY Juga Merupakan Juru Kampanye Nasional Partai Demokrat), Beliau Bekerja Sebagai Presiden dan Menerima Keluarga Satinah di Hotel Gumaya, Semarang (Sumber Foto : Website Resmi Presiden Republik Indonesia)

Jadi masalah seperti ini musti di cermati baik-baik. Saya gak bermaksud membela siapa-siapa. Namun, kalau melihat Negara maju saja, Masyarakatnya gak ada problem dengan Obama menggunakan fasilitas Negara. Mengapa Kita harus memproblemkan ? Terlepas dari salah atau tidak, mungkin nih ya pendapat Saya, Presiden itukan sasaran empuk teroris, sekarang gini, kalau Obama gak memakai sistem keamanan layaknya Presiden yang notabene memang Dia Presiden, mungkin nasibnya sama seperti Kennedy yang di tembak beberapa bulan sebelum Pemilu. Mungkin sama halnya dengan SBY. Paspampresnyakan mungkin lebih mengerti kalau SBY pakai kendaraan ini efeknya gimana, kalau SBY pakai Pesawat ini efeknya gimana. Tapi sekali lagi, Saya gak dukung siapapun di sini. Kalau KPK memeriksa SBY ya silahkan dan SBY pun wajib mau di periksa. Sekian.

 

Seberapa Penting ya Perubahan Nama Cina Jadi Tiongkok ?

Presiden Yudhoyono dan Ibu Negara Menerima Presiden Republik Rakyat Tiongkok, Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan di Istana Negara, Jakarta

Pada tahu gak kalau sekarang di Indonesia gak ada lagi namanya Orang Cina, Tahun Baru Cina atau bahkan Republik Rakyat Cina ? Yup bener banget, sekarang di Indonesia gak ada lagi Cina, yang ada Tiongkok. Lewat Keppres No.12 Tahun 2014, Presiden Yudhoyono menandatangani perubahan istilah Cina. Keppres ini juga membuat Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera No.SE-06/Pred.Kab/6/1967 tertanggal 28 Juni 1967 gak berlaku lagi. Jadi istilah Tiongkok akan di gunakan dalah segala kegiatan Pemerintahan.

Tahu gak kenapa Cina di ganti Tiongkok ? Menurut yang menandatangani yaitu Pak SBY, pergantian tersebut untuk menghilangkan pandangan dan perlakuan diskriminatif terhadap seseorang, kelompok, komunitas dan/atau ras tertentu, pada dasarnya melanggar nilai, prinsip perlindungan hak asasi Manusia. Karena itu bertentangan dengan UUD 1945, UU HAM dan UU Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Tapi sebenernya seberapa penting atau berpengaruh sih dengan pergantian nama ini ?