Arsip Bulanan: April 2014

Sudah Berkurangkah Kreatifitas Anak Negeri ?

Di banyak Media Sosial telah ramai khalayak memperbincangkan penjiplakan yang di lakukan oleh Sinetron-Sinetron Indonesia. Dan tak tanggung-tanggung, Sinetron-Sinetron Indonesia menjiplak Film-Film luar Negeri yang keterkenalannya sudah mendunia. Sebut saja You Who Came From The Star atau 별에서 온 그대 sebuah drama percintaan yang berasal dari Korea Selatan di jiplak oleh Sinetron Indonesia produksi RCTI dan berganti nama menjadi Kau Yang Berasal dari BintangYou Who Came From The Star atau 별에서 온 그대  di produseri oleh Choi Moon Suk. Sedangkan Kau Yang Berasal dari Bintang di Sutradarai oleh Gita Asmara. Pemain utamanya You Who Came From The Star atau 별에서 온 그대 juga cukup terkenal di Korea yaitu Jun Ji Hyun dan Kim Soo Hyun. Sedangkan Kau Yang Berasal dari Bintang pemain utamanya adalah Morgan Oey dan Nikita Willy. Menurut yang nonton dan juga menurut kabar, mulai pose, konsep, skrip hingga alur pun sama.

Dan kabarnya, SBS sebagai Stasiun Hak Siar dari You Who Came From The Star atau 별에서 온 그대 akan melayangkan protes kepada Perusahaan penayang drama ini. Ternyata tidak hanya Drama Korea Selatan saja yang di jiplak oleh Sinetron Indonesia, dari RCTI akan Saya bawa kepada SCTV. Ya Stasiun ini menayangkan Sinetron yang berjudul Ganteng-Ganteng Kok Serigala. Menurut beberapa fans Twilight, Sinetron ini mirip banget sama Film Box Office ciptaan Stephanie Meyer yaitu Twilight Saga. Kalau Twilight bintang utamanya ada Kristen StewartRobert Pattinson dan Taylor Lautner. Kalau Ganteng-Ganteng Kok Serigala, bintang utamanya ada Kevin Julio, Ricky Harun dan Jessica Mila. Gak beda jauh sih sama kasus You Who Came From The Star atau 별에서 온 그대 atau Kau Yang Berasal dari Bintang. Katanya alur cerita dan kesemuanya mirip dengan Twilight.

Berhubung Saya cuma mendengar dan tidak melihat dan sempat juga sih melihat Ganteng-Ganteng Kok Serigala walau sekilas jadi Saya gak bisa menyimpulkan kalau kesemuanya itu plek jiplak. Tapi yang jadi pertanyaan, kok bisa-bisanya Kita menjiplak karya Orang ? Apakah kreatifitas Anak Bangsa Indonesia sudah mulai berkurangkah ? Status Kita mungkin bukan penyolong seperti Malaysia. Kalau Kita ingat ada kasus Indonesia-Malaysia dalam hal Reog Ponorogo dan Wayang yang Malaysia klaim sebagai budaya Mereka sampai masuk iklan Pariwisata Mereka. Tapi penjiplakan sama aja kayak tidak menghargai kerja keras Orang lain. Saya sebagai Anak Bangsa mengidam-idamkan Film Kita tuh bisa di sukai seluruh Dunia. Ya semacam The Raid gitulah. Atau biarlah Sinetron Kita yang di jiplak Negara lain tapi usahakan Kita tak menjiplak Sinetron Negara lain.

Kalau yang Saya perhatikan, Sinetron Kita atau Film Kita belom banyak yang bisa tembus pasar Internasional. Dan belom banyak juga yang merespect usaha Anak Negeri. Abis kebanyakan Sinetron Kita gak mendidik, Anak Sekolah di Film bukan jadi panutan yang baik malah pakai baju ketat, rok pendek, baju di keluarin terus juga ngegank-gank. Terus kadang Sinetron Indonesia udah ada ang bagus karena salah tatanan jadi di buat gak bagus. Contoh aja Tukang Bubur Naik Haji. Itu bagus tuh Sinetronnya. Tapi udah 2 tahun belom beres juga, jadi bosan Saya nontonnya. Kemudian dulu ada Sinetron Tersanjung. awal-awal bagus dan menarik. Kelamaan wah jadi jelek. Belom lagi Film Layar Lebar Kita yang lebih banyak di dominasi hal-hal sexynya. Sebut saja Kawin Kontrak Lagi udah sampai jilid 3. Bintang Filmnya sexy pula. Kemudian Nenek Gayung, Kakek Cangkul dll.

Menurut pendapat pribadi Saya gak ada yang salah dengan Film /Sinetron Kita namun kadang dampak dari demokrasi itulah yang tak bisa di lihat oleh Orang-Orang yang punya kreatifitas di bidang perfilman dan persinetronan. Anda (Sutradara/Produser) mungkin bukan Presiden yang bisa “segalanya” tapi Anda bisa melakukan segalana lewat kreatifitas Anda. Anda bisa menjadi Orang yang membawa opini Masyarakat untuk berbuat baik dan Anda pula yang bisa membawa Masyarakat untuk berbuat jahat. Sebagai contoh, kalau Anda membuat Film ada unsur keseksiannya, seperti contohnya ada Film Brondong yang mengisahkan Anak Muda yang gak punya uang terus jadi simpenan Tante-Tante. Harusnya menurut pendapat pribadi Saya, yang di tonjolkan adalah bagaimana Kita bekerja keras agar mendapatkan uang dengan cara halal.

Kemudian bagaimana jikalau Kita mendapatkan uang dengan cara tak halal. Apa konsekuensi dari 2 hal tersebut. Namun di sini Penonton di buat lupa oleh adegan-adegan tak pantas yang unsur mendidiknya gak ada. Mungkin ada namun mungkin 20-30%. Saya harap 2014, tahun ini dan ke depannya Indonesia memiliki Film-Film berbobot sekelas The Raid dll.